TEMA MINGGUAN
" Sapaan Sesama Warga bangsa Memperko-koh KEyakinan Persatuan dan Kesatuan "

YOHANES 20:11-18

Makna dan Implikasi Firman
Bila kita kehilangan seseorang yang kita kasihi, selalu ada kesusahan dalam hati kita dan air mata yang dicucurkan atau tidak dicucurkan nampak dalam mata kita. Akan tetapi satu hal yang harus selalu kita ingat bahwa pada saat ada kesusahan yang pada hakikatnya bersifat egoistis. Kita hanya berpikir tentang rasa kesepian, kehilangan dan rasa ditinggal sendirian. Air mata harus ada, akan tetapi melalui itu kita harus dapat melihat kemuliaan-Nya (bnd. Mazmur 30:11).
Makna kebangkitan Yesus yang ditandai oleh peristiwa penampakkan dan sapaan Yesus kepada Maria menjadi kesaksian bagi segenap orang percaya dengan menyikapi cara keberimanan kepada Tuhan agar betul-betul hidup untuk dapat mewujudnyatakan dalam setiap aspek kehidupan untuk berperan aktif, baik laki-laki maupun perempuan di dalam dunia yang majemuk, tanpa harus melihat siapa dia dan apapun dia, apalagi dengan memandang suku, golongan dan status.
Karena itu sebagai Gereja yang Tuhan hadirkan di tengah dunia ini harus memiliki visi dan misi untuk dapat meningkatkan rasa solidaritas kita sambil terus membuka diri dalam menyapa tapi juga menciptakan kehidupan bersama yang saling menghormati dan saling menghargai dalam mempersatukan kita pada kekokohan iman percaya satu dengan yang lain seperti dalam kesaksian Maria Magdalena.
Dengan semangat Paskah dapat membangkitkan kita sebagai orang percaya dalam mewujudkan panggilan iman, bersekutu, bersaksi dan melayani mampu direalisasikan dalam lingkungan di mana kita hidup dan berkarya. Dengan kebangkitan Kristus hendaknya kita menyapa sesama warga bangsa memperkokoh keyakinan, persatuan dan kesatuan.
Dalam kaitannya dengan Hari Kartini, ternyata perempuan dapat memiliki peran ganda (multy task) seperti dalam loyalitasnya, perhatiannya bahkan pada perjuangannya yang dapat memotivasi dalam segenap tanggung jawabnya sebagai perempuan, seperti yang disaksikan dalam perenungan kita bersama melalui Maria Magdalena.
Sapaan malaikat dan Yesus kepada Maria; Ibu, mengapa engkau menangis? Adalah sapaan menyejukan pikiran yang galau, menghibur dan menguatkan hati yang sedih. Ibu, Rabuni, adalah sapaan menghormati. Sapaan yang disampaikan dengan kasih, rasa hormat, ramah, sopan, membawa kedamaian dan kepastian. Dari sapaan Yesus, Maria mengenal dan melihat Tuhan yang bangkit. Karena itu, ketika kita berjumpa dengan saudara sebangsa dan setanah air maka hendaknya kita menyapa dengan penuh kasih, rasa hormat, ramah, sopan, kiranya orang dapat melihat Tuhan yang kita imani, yaitu Yesus yang bangkit.

TATA IBADAH YANG DI USULKAN: HARI MINGGU BENTUK III


NYANYIAN YANG DIUSULKAN :
  • Nyanyian Masuk : S’bab Dia Hidup
  • Ses Nas Pembimbing: NKB No.3 Terpujilah Allah
  • Pengakuan Dosa: NNBT No. 8 Banyak Orang Suka Diampuni
  • Pemberitaan Anugerah Allah: KJ.No.36 Dihapuskan Dosaku
  • Ses.Pembacaan Alkitab: Firman-Mu P’lita Bagi Kakiku
  • Ses Pengakuan Iman: KJ No. 224 Masyhurkan Rajamu
  • Persembahan : KJ.No.288 Mari Puji Raja Sorga
  • Nyanyian Penutup : Pengharapanku
Attribut:
Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung dengan salib berwarna kuning.

Sumber: https://www.dodokugmim.com/mtpj-19-25-april-2020/