IBADAH MINGGU 10 MEI 2020
PEMBACAAN ALKITAB: YUNUS 4:1-11
KHADIM: GA. Loora Jacob Rarung, S.Pd
AYAT BACAAN:
- 4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
- 4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
- 4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."
- 4:4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"
- 4:5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.
- 4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
- 4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.
- 4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."
- 4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."
- 4:10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
- 4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"
ENSIKLOPEDIA YUNUS 4:1-11
Kapal-Kapal Tarsis
Putra Javan putra Yafet putra Nuh, putra Bilhan, cucu lelaki Benyamin putra Israel, salah satu dari tujuh pangeran Persia di bawah Ahasuerus, sebuah wilayah yang terkenal dengan pelabuhannya yang ramah terhadap kapal-kapal Israel, sebuah kapal dibangun kuat dan diperlengkapi untuk perdagangan jangka panjang.
Niniwe
Sebuah kota yang terletak di tepi kiri Sungai Tigris di timur laut Mesopotamia (Irak)., Ibu kota Assyria.
Yunus
Putra Amitai; nabi yang dikirim Allah kepada Niniwe, nabi yang ditelan oleh ikan besar; putra Amitai.
NABI YUNUS
Yunus atau Yunas (dalam bahasa inggris (Jonah atau Jonas)), dalam Alkitab Ibrani (Tanakh / Perjanjian Lama), adalah seorang nabi kerajaan utara Israel pada sekitar abad ke 8 SM. Dia adalah tokoh sentral dari Kitab Yunus, di mana dia dipanggil oleh Allah untuk melakukan perjalanan ke Niniwe dan memperingatkan penduduknya tentang kemarahan ilahi yang akan datang. Sebaliknya, Jonah naik kapal ke Tarsis. Terperangkap dalam badai, ia memerintahkan awak kapal untuk melemparkannya ke laut, di mana ia ditelan oleh ikan raksasa. Tiga hari kemudian, setelah Yunus setuju untuk pergi ke Nineweh, ikan itu memuntahkannya ke pantai. Yunus berhasil meyakinkan seluruh kota Niniwe untuk bertobat, tetapi menunggu di luar kota dengan harapan kehancurannya. Tuhan melindungi Yunus dari matahari dengan tanaman, tetapi kemudian mengirimkan cacing untuk membuatnya layu. Ketika Yunus mengeluh tentang panas yang pahit, Tuhan menegurnya.
Sumber
- https://en.wikipedia.org/wiki/Jonah
- https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=yun%204:1-11&tab=text
- https://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=yun%204:1-11&tab=names
- https://alkitab.me/in-tb/Yunus/4/1
- Di terjemahkan oleh venomex ke bahasa indonesia.

0 Comments